Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-25 03:39:38【Resep】945 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(97268)
Sebelumnya: BPOM respon sirop obat dari India diduga ber
Selanjutnya: 16 spesies burung migran terpantau tiba di NTB
Artikel Terkait
- Begini cara memisahkan tulang ceker ayam agar mudah diolah
- Pemkot Malang gencarkan IKL untuk pengolahan bahan MBG tetap aman
- BGN apresiasi 31 SPPG di Lebak layani MBG aman dan ngak ada keracunan
- Pemkab Bangka Barat resmikan dapur SPPG Mentok
- Mengungkap cara astronaut masak steik di stasiun luar angkasa China
- Sepekan, sterilisasi dapur MBG hingga radikalisme di game online
- Pemerintah: Ekspor udang ke AS wajib bersertifikat bebas radioaktif
- Perjuangan layanan MBG di Pulau Belakangpadang Batam
- Unsri lakukan diseminasi teknologi pengemasan produk olahan ikan
- SPPG Tambak Boyo OKU Timur mulai beroperasi layani 3.185 siswa
Resep Populer
Rekomendasi

Puncak musim hujan tiba, ini dampak cuaca yang perlu diwaspadai

BGN apresiasi 31 SPPG di Lebak layani MBG aman dan ngak ada keracunan

BJB tegaskan dukungannya pada MBG lewat pembiayaan SPPG

BPOM berikan penjelasan ke FDA AS, pastikan keamanan produk ekspor RI

Nasib perempuan Gaza dua tahun sejak konflik pecah

Forum Pangan Dunia 2025 dibuka di Roma, rayakan 80 tahun FAO

Mendagri minta pemda kendalikan harga pangan penyumbang inflasi

Pemkab Jepara buka saluran pengaduan program MBG